Showing posts with label Religious. Show all posts
Showing posts with label Religious. Show all posts

Monday, April 4, 2011

Ketika Label Yudas Si Pengkhianat Masuk Lapangan Hijau


Agaknya cerita mengenai pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus menjadi label ataupun sebutan paling menyakitkan ketika hal itu disamakan dengan kehidupan seseorang saat ini melalui perilaku yang dianggap berkhianat. Pada tahun ini dunia lapangan hijau lah yang sekali lagi menyerukan label pengkhianat terhadap pemain atau pelatih yang “menyeberang” ke klub lain ataupun yang dianggap rival.

Memang menjadi hal biasa terjadi pada dua klub raksasa Spanyol sekaligus musuh abadi Real Madrid dan Barcelona dimana terjadi saling perpindahan pemain, yang membuat pemain tersebut akan mendapat caci maki dan label penghianat. Ketika pada transfer januari lalu Fernando Torres memutuskan pindah ke Chelsea, para pendukung Liverpool pun sontak menyebutnya dengan Yudas si pengkhianat. Namun yang paling parah mengalami hal ini adalah pelatih baru Inter Milan Leonardo, yang notabene mantan punggawa dan pelatih Milan musim sebelumnya.

Leo harus rela dicap pengkhianat oleh pendukung Milan atau Milanisti pada pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Milan 3-0 tanpa balas. Siulan, ejekan, serangan sinar laser dari pendukung Milan pun datang bertubi-tubi mengganggu konsentrasi pelatih asal Brasil ini. Bahkan, suporter garis keras Milan membentangkan spanduk besar dengan maksud menyindir Leo. Dalam spanduk tersebut tergambar The Last Supper, Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci dengan tulisan "Guida Interista (Yudas Inter)".

Menanggapi hal tersebut Leo pun hanya berkomentar. "Saya menghormati pendukung Milan. Saya mengetahui yang saya alami bersama mereka. Saya bangga dengan segalanya. Tidak ada analisis untuk hal itu. Aku melihat dan mendengar ucapan selamat datang yang mereka berikan. Namun, saya menghormati siapa pun," ucap Leo. Dua gol Alexandre Pato dan satu penalti Cassano sukses melipat Nerazzuri dalam Derby Della Madonina tahun ini, setelah pada pertemuan pertama Milan juga membungkam Inter melalui gol tunggal mantan pemainnya Zlatan Ibrahimovic.

Pesan tersirat dalam kejadian ini adalah bahwa kita harus siap menerima segala resiko dan tanggungjawab atas setiap pilihan kita. Karena setiap keputusan yang dipilih dapat menyebabkan reaksi dari pribadi disekeliling kita. satu pertanyaan motivasionalnya adalah apakah label penghianat itu membuat kita terjatuh ataukah semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Anda sendiri yang dapat menjawabnya.

Diambil dari: jawaban.com

Gambar Foto yang Diduga Wajah Tuhan Yesus Ditemukan


Departemen Purbakala Yordania mengatakan bahwa sebuah gambar foto yang ditemukan di sebuah gua dekat Laut Galilea, Yerusalem diduga adalah gambar wajah Tuhan Yesus. Didalam imaji yang diproyeksikan telah berumur tua tersebut seorang pria terlihat memakai mahkota berduri. Mahkota yang terpasang pada kepala Tuhan Yesus ketika proses penyaliban terjadi.

Gambar foto tersebut terdapat didalam sebuah buklet yang merupakan bagian dari 70 buku yang ditemukan. Rata-rata ketebalan buku tersebut mulai 5 sampai 15 halaman. Foto itu sendiri ukurannya sedikit lebih kecil ketimbang kartu kredit. Jika dapat dibenarkan bahwa itu gambar Tuhan Yesus, alhasil itu merupakan foto Tuhan Yesus pertama yang ditemukan dalam 2.000 tahun.

Beberapa pihak dan kalangan pun segera angkat bicara atas penemuan ini. Para ahli sejarah meyakini foto itu dibuat oleh pengikut Yesus beberapa dekade setelah penyaliban. Hal itu diyakini karena salah satu bab tulisan di dalam buklet Yesus itu berjudul “Penyelamat Bangsa Israel” yang tertulia dalam bahasa Ibrani kuno.

Direktur Departemen Purbakala Yordania Ziad al-Saad pun meyakini bahwa buklet-buklet itu merupakan penemuan penting dalam sejarah arkeologi yang dibuat oleh para pengikut Tuhan Yesus tidak lama setelah ia disalib. “Mungkin ini penemuan paling penting dalam sejarah arkeologi,” katanya.

Diambil dari: jawaban.com

Kristen Vietnam Tidak Takut Dengan Penganiayaan


Pintu-pintu penjara Hoa Lo di Hanoi, Vietnam, tetap terbuka lebar sampai hari ini. Tahanan perang Amerika dengan sinis menjuluki tempat tersebut dengan sebutan “Hanoi Hilton”.

Mereka disiksa secara brutal, diinterogasi dan dipaksa untuk membuat pengakuan. Semua kenyataan ini diekspos keluar melalui video dan catatan sejarah yang ada di museum Vietnam. Bahkan sebagai negara yang memiliki sejarah panjang akan perang dan penderitaan, hanya sedikit yang dapat ditunjukkan di permukaan.

Rakyat Vietnam berada di bawah cengkeraman kuat akan sistem dari sebuah partai yang mengontrol setiap area kehidupan mereka – termasuk soal iman.

Di tengah kritik, pemerintah Vietnam telah melakukan upaya untuk menaikkan reputasinya di dunia dengan membiarkan gereja-gereja Kristen untuk terdaftar di pemerintahan. Namun ketika hal ini terjadi, orang percaya justru kehilangan kendali untuk berapa kali mereka harus beribadah, bahkan sampai ke pemilihan pemimpin gereja.

Akibatnya, banyak orang Kristen yang menjadi gereja bawah tanah, beribadah secara diam-diam di wilayah pegunungan Vietnam.

Mereka berasal dari berbagai suku – beberapa di antaranya buta huruf, beberapa merupakan mantan pecandu, dan beberapa lainnya mantan penyihir yang suka menyembuhkan orang sakit. Namun mereka semua ingin belajar lebih banyak mengenai Tuhan.

Apa yang mereka ceritakan juga termasuk pengalaman akan penganiayaan dalam beribadah. CBN News telah menyamarkan identitas untuk melindungi mereka.

Salah seorang pria bernama Kahn masih mengingat dengan jelas bagaimana polisi lokal menangkapnya lalu kemudian menggantung dirinya hanya dengan ibu jari yang terikat.

“Mereka membawa saya ke stasiun dan menyiksa saya. Mereka menggunakan sesuatu untuk mengikat ibu jari saya dan salah satu jari kaki saya dan menggantung saya di dinding selama tiga jam,” ujarnya.

Sampai 15 tahun yang lalu, kekristenan belum pernah terdengar di antara kaum sukunya Kahn. Saat ini, warga di wilayah kesukuan tempat Kahn tinggal membuat gereja Vietnam berkembang dengan sangat cepat.

Mengikut Kristus menimbulkan banyak kesulitan bagi Minh. Ia melakukan penyembahan berhala selama hidupnya, namun ketika ia jatuh sakit, ia tidak dapat menemukan bantuan.

“Pada bulan Maret tahun lalu, saya jatuh sakit dan tidak memiliki cukup uang untuk membeli korban bagi para dewa, jadi saya meminta salah satu orang Kristen untuk mendoakan saya dan Tuhan telah menyembuhkan saya,” jelasnya. “Sejak saat itu, orang-orang membenci saya karena saya tidak lagi memberikan persembahan bagi dewa-dewa. Saya coba untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih dan Ia ingin menyelamatkan kita.”

Minh menghancurkan berhala yang dimilikinya sehingga menimbulkan kemarahan banyak orang di komunitasnya. Ia juga dipukuli oleh polisi secara brutal, tetapi ia tidak melawan. Sebaliknya, Minh malah memperlengkapi dirinya untuk mengajar dan memberitakan keselamatan dan kasih yang telah ia temukan.

Orang Kristen di Vietnam tahu bahwa mengalami penganiayaan karena mengikut Yesus bukanlah hal baru. Peter ditahan berulangkali karena memberitakan Injil, namun ia tidak berhenti.

“Pemerintah berkata mereka menjunjung kebebasan beragama, namun sebenarnya terjadi banyak penganiayaan di antara orang Kristen dan suku-suku lainnya,” ujarnya. “Tapi saya selalu memiliki kebebasan, karena tidak masalah apakah pemerintah mengizinkannya atau tidak. Saya akan melakukan apa yang telah menjadi panggilan untuk saya lakukan.”

CBN News bertanya kepada Peter kenapa mereka begitu dianiaya sedangkan gereja lain di dunia tidak mengalami hal itu.

“Saya pikir salah satu alasan mereka tidak dianiaya adalah karena gereja tidak mengutus orang untuk menginjili. Alasan kami dianaya adalah karena kami aktif mengutus orang untuk memberitakan Injil,” jawabnya.

Todd Nettleton mengatakan penganiayaan agama menjadi topik yang umum dari kisah-kisah yang ada di dokumen Voice of the Martyrs.

“Saat kami membicarakan mengenai penganiayaan kepada mereka, mereka cukup terkejut kenapa kami menanyakan hal itu kepada mereka, karena untuk mereka penganiayaan adalah suatu hal yang normal. Itulah arti sebenarnya dari mengikut Kristus,” jelasnya. Beberapa dari mereka mengeluarkan pernyataan, “Kristus sendiri telah menderita jadi jika kami mengikuti-Nya, maka kami akan menderita juga.”

Apa yang akan terjadi pada gereja di Vietnam belumlah pasti. Sebagaimana pemerintah terus menghadapi tekanan dari luar, kebebasan mungkin akan datang.

Namun orang Vietnam tidak menahan nafas mereka. Mereka berbicara tidak hanya untuk hak-hak mereka, tapi juga untuk iman yang mereka anut – dan Tuhan yang mereka kasihi bahkan jika harus membayarnya dengan hidup mereka sendiri.

Diambil dari: jawaban.com

Peringatan Paskah di Gedung Putih dengan Kontes Telur


Michelle Obama bersama keluarga kepresidenan Amerika Serikat mengumumkan bahwa tema untuk Paskah nanti, akan digelar permainan telur Paskah. Easter Egg Roll memang permainan yang biasanya dilakukan saat Hari Raya Paskah. Selain itu, Gedung Putih akan menyertakan kampanye untuk mempromosikan kesehatan yang merupakan bagian dari kampanye antiobesitas, Let’s Move.

Adapun tema dari Paskah kali ini adalah ‘Get Up and Go!’ yang akan berlangsung pada tanggal 25 April 2011. Event tersebut akan diramaikan dengan musik live, olahraga, masak-masak, membacakan cerita dan banyak lagi. Semua kegiatan akan mendorong anak-anak untuk hidup sehat dan aktif. Pada hari itu, Gedung Putih akan terbuka untuk anak berumur 12 tahun ke bawah di Lawn Selatan beserta keluarga mereka.

Michael Obama akan memilih pemenangnya, yang kemudian akan ikut bergabung dalam program White House 2011 Easter Egg Roll. Pemenangnya akan diundang untuk menghadiri acara yang diadakan Gedung Putih. Jika ingin mengikuti acara ini, bisa mulai mendaftar tanggal 4 April 2011 pukul 11.59 waktu setempat.

Selama acara Paskah ini, tentu banyak gereja yang mengadakannya. Apalagi memasuki bulan April ini, sepertinya setiap gereja dan anggotanya mempersiapkan diri masing-masing untuk memperingati kematian Tuhan Yesus, yang kita percayai akan bangkit tiga hari kemudian.

Diambil dari: jawaban.com

Kunjungi dan Rasakan Kemeriahan Paskah di Praha


Setiap negara mempunyai acara / kegiatan masing-masing dalam memperingati kematian Tuhan Yesus di bulan April ini. Contohnya seperti yang terdapat di Republik Ceko ini. April sudah datang dan itulah yang membuat perbedaan besar di Praha, Republik Ceko. Penduduk di sana tidak membuang-buang waktu untuk menyambut musim semi dengan berbagai hiasan pita pastel, ada pasangan muda-mudi yang berseliweran, dan puluhan telur Paskah yang dilukis tangan. Peringatan kematian Tuhan Yesus ini sangat terasa di sini.

Kota itu dihiasi dengan bilik-bilik dengan atap berwarna merah yang mengisi alun-alun akan menjajakan pernak-pernik seperti kaca Ceko, perhiasan, produk jerami buatan tangan, mainan kayu, lilin, dan sebagainya. Pengunjung juga mendapat kesempatan melukis telur Paskah dan tongkat willow di salah satu dari berbagai lokakarya yang muncul sepanjang bulan.

Entah dari mana asalnya, namun ada juga tradisi kuno laki-laki yang mencambuk perempuan, walaupun hanya sebagai permainan saja, dengan tongkat hias willow dan berbagai kegiatan berkenaan dengan tradisi lainnya. Ada juga berbagai permainan yang menyenangkan. Kegiatan-kegiatan itu berlangsung di pasar terbuka setiap hari mulai pukul 09.00 – 20.00 waktu setempat hingga 1 Mei mendatang.

Meskipun setiap lingkungan di sana mempunyai kegiatan masing-masing, namun kegiatan yang terbesar adalah yang terdapat di pasar Old Town Square. Pasar ini terletak di bawah Gereja Tyn yang berasal dari abad ke-14, Easter Village (Desa Paskah) terbesar di kota ini. Hal ini membuat kota tersebut nampak seperti lukisan hidup dan inilah kesemarakan, keceriaan, dan membuat keindahan di kota yang dibelah oleh Sungai Vitava ini.

Diambil dari: jawaban.com